www.indo-industry.com
Schneider Electric News

Schneider Electric dan GAPMMI Jalin Kerjasama Dalam Pengembangan SDM Digital Industri Mamin

Schneider Electric, bersama Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia mengumumkan kerjasamanya dalam pengembangan keahlian digital bagi sumber daya manusia di industri makanan dan minuman.

Schneider Electric dan GAPMMI Jalin Kerjasama Dalam Pengembangan SDM Digital Industri Mamin
  • Kemitraan strategis tiga tahunan yang mencakup pengembangan pendidikan, kurikulum pelatihan, program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi SDM di industri mamin.
  • Bimbingan dan pelatihan ditargetkan untuk tenaga professional di bidang engineering OT, operations, dan tenaga IT.
  • Percepatan transformasi digital industri mamin untuk meningkatkan ketahanan, kelincahan dan keberlanjutan, yang mencakup tiga fokus area yaitu Agile Manufacturing, Efficient Facilities danResilient Supply Chain.

Kemitraan strategis ini mencakup pengembangan pendidikan, kurikulum pelatihan, program pelatihan, sertifikasi kompetensi dan konsultansi industry 4.0 readiness assessment untuk para anggota GAPMMI yang akan berlangsung selama tiga tahun ke depan hingga 2025. Adapun materi pembelajaran terkait transformasi digital yang termasuk di dalamnya mempelajari Agile Manufacturing, Efficient Facilities dan Resilient Supply Chain.

Kerjasama pengembangan kompentensi digital bagi SDM mamin ini dilatarbelakangi oleh komitmen pelaku industri mamin nasional dalam upaya percepatan transformasi digital untuk menghadapi tantangan masa depan dan meningkatkan daya saing di pasar global. Selama tiga tahun kerjasama ini, Schneider Electric dan GAPMMI menargetkan dapat melatih tenaga profesional di bidang engineering OT, operations dan tenaga IT.

Adapun pengumuman kerjasama GAPMMI dan Schneider Electric ini disampaikan dalam kegiatan diskusi media dengan tema “Transformasi Industri Mamin yang Pintar & Sustainable dalam Memperkuat Ketahanan Pangan dari Krisis Global” yang menghadirkan pembicara antara lain Bapak Putu Juli Ardika, Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian RI; Bapak Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI); dan Bapak Martin Setiawan, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia.

Adhi S. Lukman, Ketua Umum GAPMMI dalam diskusi tersebut menekankan pentingnya upaya percepatan transformasi digital yang menyeluruh di seluruh rantai pasokan dan transisi energi bersih, yang didukung dengan sumber daya manusia yang memiliki literasi digital, iklim ekonomi, geopolitik dan investasi yang kondusif, serta ekosistem pangan global yang kolaboratif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan keberlanjutan yang berdampak positif terhadap sosial dan lingkungan.

“Penduduk dunia diperkirakan mencapai 9,45 miliar jiwa pada 2045, dimana 319 juta jiwa berasal dari Indonesia. Dapat dibayangkan setiap tahunnya jumlah penduduk dunia terus bertambah, sementara kita juga tengah dihadapkan pada krisis pasokan bahan baku pangan akibat perubahan iklim. Konsumen juga akan semakin kritis terhadap produk yang dikonsumsinya baik dari sisi kualitas, nilai tambah yang ditawarkan, dan dampak lingkungannya. Oleh karena itu produsen mamin membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan dan menyediakan visibilitas menyeluruh terhadap tiap siklus hidup sistem rantai pasok mulai dari suplai bahan baku, proses produksi, pengemasan, distribusi hingga sampai ke tangan konsumen. Teknologi ini membutuhkan tenaga ahli yang terampil dalam mengoperasikannya. Pengembangan SDM inilah yang menjadi fokus GAPMMI saat ini dalam mendukung para anggota kami,”
jelas Adhi.

Lebih lanjut, sebagai industri yang terbukti memiliki resistensi yang tinggi terhadap hantaman pandemi dan ketidakpastian global, prestasi industri mamin nasional di pasar internasional pun semakin gemilang. Berdasarkan data Kemenperin, ekspor makanan dan minuman termasuk minyak sawit mencapai US$48,61 Miliar pada Januari-Desember 2022. Sementara, impornya sebesar US$16,52 Miliar pada periode yang sama. Secara keseluruhan, industri mamin tumbuh 4,90% (yoy) dan menjadi kontributor terbesar terhadap PDB industri pengolahan non migas pada tahun 2022, sebesar 38,35%.

Penandatanganan kerjasama GAPMMI dan Schneider Electric telah dilaksanakan pada akhir tahun 2022 lalu. Selain pengembangan kurikulum dan pelatihan, para anggota GAPMMI juga dapat melihat secara langsung praktek digitalisasi di smart factory Schneider Electric di Batam dan Cikarang, pertukaran tenaga ahli, dan konsultasi.

Untuk informasi lebih lanjut terkait Schneider Electric dapat mengunjungi www.se.com/id.

www.se.com

  Ask For More Information…

LinkedIn
Pinterest

Join the 155,000+ IMP followers