www.indo-industry.com

Pertamina Drilling Perkuat Pengeboran Eksplorasi Migas Nonkonvensional Nasional

Pertamina Drilling mengerahkan rig cyber 1.500 horsepower guna mendukung pengeboran eksplorasi migas nonkonvensional berteknologi tinggi di Blok Rokan.

  pertamina.com
Pertamina Drilling Perkuat Pengeboran Eksplorasi Migas Nonkonvensional Nasional

Upaya mempertahankan kestabilan dan meningkatkan ketahanan energi nasional menghadapi tantangan struktural seiring dengan penurunan alami laju produksi di lapangan-lapangan migas konvensional yang menua. Untuk membuka potensi cadangan baru, perhatian industri hulu migas beralih ke pengembangan migas nonkonvensional (MNK) seperti minyak dan gas serpih (shale hydrocarbons) serta pasir ketat (tight sand). Berbeda dengan formasi konvensional, reservoir MNK memiliki karakteristik batuan induk dengan permeabilitas dan porositas sangat rendah, sehingga hidrokarbon terperangkap rapat dan tidak dapat mengalir secara alami. Kondisi geologis ekstrem ini menuntut penerapan rekayasa pengeboran tingkat lanjut, sistem kontrol tekanan yang presisi, dan integrasi peralatan berkapasitas besar untuk menembus formasi dalam secara aman dan efisien.

Rekam Jejak Eksplorasi MNK dan Pengoperasian Rig Cyber
Menjawab kompleksitas teknis tersebut, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mempertegas kesiapan armadanya dalam mendukung pengembangan MNK nasional. Komitmen ini bertumpu pada keberhasilan operasional pengeboran sumur eksplorasi MNK di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), yakni sumur Gulamo DET-1 pada tahun 2023 dan disusul sumur Kelok DET-1 pada tahun 2024.

Dalam proyek eksplorasi tersebut, Pertamina Drilling mengoperasikan Rig PDSI nomor 42.3/N1500-E, sebuah unit rig tipe cyber dengan kapasitas daya angkat mencapai 1.500 tenaga kuda (horsepower). Rig berteknologi digital ini dirancang khusus untuk menangani beban mekanis tinggi serta mengontrol parameter operasi pengeboran formasi dalam. Operasi tersebut turut diperkuat oleh integrasi sistem kontrol padatan (solids control) dan berbagai layanan pendukung pengeboran guna memastikan sirkulasi lumpur bor, stabilitas lubang sumur, serta penanganan serpihan batuan formasi ketat tetap terjaga secara konsisten.

Menurut Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, keandalan kapabilitas teknologi dan pengalaman teknis yang telah teruji pada sumur-sumur eksplorasi awal ini menempatkan perusahaan pada posisi strategis untuk mempercepat pembukaan cadangan hidrokarbon nonkonvensional di tanah air.

Kapasitas Armada Nasional dan Manajemen Proyek Terintegrasi
Pertamina Drilling saat ini mengelola portofolio armada yang mencakup 58 unit rig darat (onshore) dengan rentang kapasitas tenaga mulai dari 300 hingga 2.000 horsepower, dua rig workover lepas pantai (offshore) berdaya 550 horsepower, serta tiga unit jack-up rig melalui kemitraan strategis internasional bersama ADES. Cakupan operasional perusahaan menjangkau proyek-proyek strategis di bawah koordinasi Subholding Upstream Pertamina, membentang dari Regional 1 di Sumatra hingga Regional 4 di Papua.

Guna mengefisiensikan durasi dan biaya pengeboran kompleks, perusahaan menerapkan skema Manajemen Proyek Terintegrasi (Integrated Project Management/IPM). Skema ini memadukan rig pengeboran inti dengan rangkaian layanan terkait (associated drilling services), seperti penanganan lumpur, penyemenan, logging, serta pengawasan operasional terpadu. Model integrasi terpadu ini meminimalkan fragmentasi antarkontraktor, mempercepat respons teknis di lapangan, dan memperkuat keandalan operasional dalam mendukung peta jalan transisi dan kemandirian energi jangka panjang Indonesia.

Disunting oleh Romila DSilva, Editor Induportals, dengan bantuan AI.

www.pertamina.com

  Ask For More Information…

LinkedIn
Pinterest

Join the 155,000+ IMP followers