www.indo-industry.com
29
'26
Written on Modified on
Pertamina Drilling dan Halliburton Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah kedua perusahaan dalam memperkuat kolaborasi pengembangan bisnis jasa penunjang pengeboran migas, geotermal, dan migas nonkonvensional, baik di dalam maupun luar negeri.
pertamina.com

PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT Halliburton Indonesia berkolaborasi untuk memperluas cakupan layanan penunjang pengeboran darat dan lepas pantai.
Kerja sama ini mengatasi tantangan operasional dan kebutuhan teknologi canggih dalam mengembangkan proyek minyak, gas, geotermal, serta migas nonkonvensional di pasar internasional. Dengan mengintegrasikan infrastruktur anjungan (rig) komprehensif bersama keahlian rekayasa bawah permukaan, kedua mitra bertujuan memaksimalkan kapasitas operasional sekaligus memperkuat daya saing industri nasional. Kesepakatan ini diperlukan karena inisiatif pengeboran skala besar membutuhkan solusi teknik terpadu dan modernisasi infrastruktur digital guna memitigasi risiko eksekusi di lingkungan bawah permukaan yang kompleks.
Konteks kemitraan dan sinergi aset
Kolaborasi strategis ini melibatkan dua entitas terkemuka di sektor energi yang menyelaraskan portofolio mereka untuk menangkap peluang proyek ekstraksi global. PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) bertindak sebagai penyedia infrastruktur rig darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) serta dukungan teknis lapangan. Sementara itu, PT Halliburton Indonesia menyediakan portofolio teknologi fluida, manajemen proyek, dan layanan evaluasi formasi bawah permukaan. Sinergi ini dirancang untuk mendorong transfer teknologi dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di kancah internasional, termasuk potensi ekspansi ke kawasan Timur Tengah.
Solusi teknis dan pembagian tanggung jawab
Solusi yang diterapkan mencakup integrasi sistem otomasi industri dan layanan penunjang mekanis di seluruh siklus hidup sumur bor. Pembagian tanggung jawab di antara kedua mitra didasarkan pada keahlian teknis masing-masing:
- Pertamina Drilling bertanggung jawab menyediakan unit rig penunjang, personel ahli, serta kesiapan dukungan teknis operasional di lokasi proyek.
- Halliburton Indonesia menyediakan rangkaian teknologi khusus, termasuk fracturing services, drilling bits, directional drilling, liner hanger, serta cementing services.
Rencana penempatan dan implementasi lapangan
Arsitektur penunjang terintegrasi ini disiapkan untuk penempatan di blok energi domestik maupun internasional, termasuk pembahasan intensif pada proyek West Qurna Block di Irak. Fase implementasi awal berfokus pada evaluasi terperinci mengenai ruang lingkup pekerjaan dan penyelarasan antarmuka mekanis untuk layanan khusus seperti fishing services, centrifuge services, coring services, dan casing running services. Alur kerja teknis juga menyertakan sistem perforasi kabel (wireline) dan tubing conveyed, uji batang bor (drill stem test), serta peralatan wellhead yang dirancang tangguh untuk menghadapi gas berbahaya seperti hidrogen sulfida (H2S).
Dampak operasional yang diharapkan
Kolaborasi ini menghasilkan kerangka kerja terstandardisasi yang memitigasi risiko pada konstruksi sumur migas dan geotermal. Dengan mengerahkan rig terintegrasi dan manajemen proyek yang efisien, operator energi dapat mencapai stabilitas proses yang lebih tinggi, meningkatkan keselamatan kerja, serta memperpendek siklus pengeboran hingga penyelesaian sumur. Sinergi rekayasa ini meminimalkan durasi waktu henti (unplanned downtime) dan memastikan operasional pengeboran tetap sinkron dengan target efisiensi energi global.
Disunting oleh Romila DSilva, Editor Induportals, dengan bantuan AI.
Arsitektur penunjang terintegrasi ini disiapkan untuk penempatan di blok energi domestik maupun internasional, termasuk pembahasan intensif pada proyek West Qurna Block di Irak. Fase implementasi awal berfokus pada evaluasi terperinci mengenai ruang lingkup pekerjaan dan penyelarasan antarmuka mekanis untuk layanan khusus seperti fishing services, centrifuge services, coring services, dan casing running services. Alur kerja teknis juga menyertakan sistem perforasi kabel (wireline) dan tubing conveyed, uji batang bor (drill stem test), serta peralatan wellhead yang dirancang tangguh untuk menghadapi gas berbahaya seperti hidrogen sulfida (H2S).
Dampak operasional yang diharapkan
Kolaborasi ini menghasilkan kerangka kerja terstandardisasi yang memitigasi risiko pada konstruksi sumur migas dan geotermal. Dengan mengerahkan rig terintegrasi dan manajemen proyek yang efisien, operator energi dapat mencapai stabilitas proses yang lebih tinggi, meningkatkan keselamatan kerja, serta memperpendek siklus pengeboran hingga penyelesaian sumur. Sinergi rekayasa ini meminimalkan durasi waktu henti (unplanned downtime) dan memastikan operasional pengeboran tetap sinkron dengan target efisiensi energi global.
Disunting oleh Romila DSilva, Editor Induportals, dengan bantuan AI.

