PHEV Toyota Tingkatkan Fleksibilitas Elektrifikasi
Toyota menghadirkan PHEV sebagai pelengkap teknologi HEV, menawarkan jarak tempuh listrik lebih jauh dan efisiensi emisi lebih rendah.
www.toyota.com

Toyota memperluas strategi elektrifikasinya melalui pendekatan multi-pathway yang mencakup Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Di Indonesia, insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 3% untuk kendaraan hybrid turut meningkatkan daya tarik kendaraan elektrifikasi.
Prinsip kerja HEV Toyota
Teknologi HEV Toyota menggunakan Toyota Hybrid System (THS) yang mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik dalam konfigurasi series-parallel. Sistem ini secara otomatis mengatur distribusi tenaga sesuai kebutuhan berkendara.
Pada kondisi berhenti atau kecepatan rendah, motor listrik mengambil alih untuk menekan konsumsi bahan bakar dan emisi. Saat akselerasi atau daya baterai menurun, mesin bensin bekerja bersama motor listrik untuk menjaga performa tetap optimal. Fitur regenerative braking mengubah energi kinetik saat pengereman menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai tegangan tinggi.
Pendekatan ini memungkinkan pengurangan emisi tanpa memerlukan pengisian daya eksternal.
Prinsip kerja PHEV Toyota
PHEV dikembangkan dengan arsitektur dasar serupa HEV, namun dilengkapi port pengisian eksternal untuk mengisi baterai dari sumber listrik. Model awal Toyota Prius Plug-in Hybrid diluncurkan pada 2012 dan menunjukkan penurunan emisi hingga 43% dibanding kendaraan konvensional dengan kapasitas mesin setara.
Kemampuan pengisian eksternal memungkinkan jarak tempuh mode listrik lebih panjang dibanding HEV, sehingga penggunaan bahan bakar dapat ditekan lebih lanjut. Sistem tetap mempertahankan kemampuan self-charging seperti HEV, memberikan fleksibilitas bagi pengguna di wilayah dengan atau tanpa infrastruktur pengisian daya.
Di Indonesia, tersedia lebih dari 100 titik pengisian daya di jaringan dealer resmi Toyota serta lokasi publik strategis. Beberapa fasilitas Ultra Fast Charging (UFC) DC hingga 150 kW juga tersedia di dealer dan rest area jalan tol.
PHEV sebagai pelengkap HEV
PHEV melengkapi HEV dengan memberikan jarak tempuh listrik yang lebih panjang sekaligus mempertahankan fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh. Pada generasi terbaru Prius PHEV, sistem hybrid menghasilkan tenaga gabungan 223 PS dengan mesin 2.0 liter dan motor listrik, memungkinkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 6,7 detik.
Kapasitas baterai lithium-ion ditingkatkan sekitar 50% dengan desain lebih kompak dan kepadatan energi lebih tinggi. Mode EV mampu mencatat jarak tempuh antara 87–105 km tergantung spesifikasi roda, sementara konsumsi bahan bakar mencapai hingga 30,1 km/liter.
Fitur tambahan seperti Regeneration Boost dan Predictive Efficient Drive System membantu mengoptimalkan penggunaan energi listrik berdasarkan rute dan gaya berkendara, sehingga efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi dapat dimaksimalkan.
Kontribusi terhadap pengurangan emisi
Dengan kombinasi kemampuan self-charging dan plug-in charging, PHEV menawarkan solusi transisi yang fleksibel menuju mobilitas rendah emisi. Pendekatan ini memungkinkan pengguna mengurangi konsumsi bahan bakar serta emisi karbon secara signifikan tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya publik.
Melalui strategi elektrifikasi multi-teknologi, Toyota memosisikan PHEV sebagai langkah lanjutan dalam memperluas opsi kendaraan ramah lingkungan sesuai kebutuhan dan kondisi infrastruktur di Indonesia.
www.toyota.com

